KIM menjadi Corong Informasi Positif


KIM menjadi Corong Informasi Positif

Doloksanggul (….)

Era keterbukaan informasi yang di dorong oleh perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), menjadikan dunia seakan tanpa mengenal batas wilayah. Manusia dengan mudah dan cepat dapat mengakses informasi yang dibutuhkan. Kondisi ini, apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam memilah dan memilih informasi yang tersedia secara transparan, berdampak pada kontra produktif dalam kerangka pembangunan disegala bidang.

Demikian sambutan tertulis Bupati Humbang Hasundundutan, Dosmar Banjarnahor, SE yang dibacakan Asisten Administrasi Umum dan Kesejahteraan Sosial, Drs. Janter Sinaga dalam acara Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) (17/5) di Aula Hutamas, Perkantoran Tano Tubu, Doloksanggul.

Ditambahkannya, KIM memiliki peran strategis dalam upaya menjawab tantangan tersebut, karena kim merupakan komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Dosmar Banjarnahor mengharapkan agar KIM dapat berperan menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi baik yang  terjadi antara pemerintah dengan masyarakat (top down) atau sebaliknya masyarakat dengan pemerintah (bottom up).

Sementara itu dalam Samuel Sihombing salah seorang pegiat Kelompok Informasi Masyarakat di Dairi yang tampil sebagai pembicara pada acara pembinaan KIM ini menyampaikan, KIM sangat strategis sebagai penyebar informasi dalam masyarakat. ‘Siapa menguasai informasi, menguasai dunia’ ujarnya.

Samuel menyatakan melalui kelompok pekerjaan yang sulit bagi perorangan akan lebih ringan karena dikerjakan oleh sekelompok orang karena dengan berkelompok informasi bagaimana mengerjakan sesuatu itu paling mudah akan didapatkan. Dicontohkannya, seorang petani kopi yang memiliki kualitas kopi yang tinggi, tanpa adanya informasi yang memadai, akan menjual kopinya di pasar sama dengan kopi kualitas rendah.  Bagaimana bagusnya kopi lintong, bagaimana indahnya danau toba, kalau tidak diberitahu tidak ada gunanya.

Pembentuk Kampung Kopi di Samosir ini mengajak agar KIM saling berbagi informasi, apa yang bisa dijual dari desa dimana kelompok itu terbetuk.

Pada kesempatan yang sama Kadis Pertanian , Drs Jonter Marbun memaparkan bagaimana KIM bisa menjadi sumber informasi dalam peningkatan produk-produk pertanian, bagaimana cara bertani untuk setiap komoditi unggulan Kabupten Humbang Hasundutan. Dengan berkelompok, keberhasilan seseorang bisa dibagi kepada orang lain, yang juga menanam komoditi yang sama.

Menyikapi kekurangtahuan 14 (empat belas) Kelompok Iinformasif Masyarakat yang sudah terbentuk di sepuluh kecamatan di Humbang Hasundutan, Kadis Kominfor, Drs. Hotman Hutasoit mencontohkan bahwa pada era orde baru, KIM ini ibarat Kelompen Capir. Mereka saling berbagi informasi akan keberhasian dan kendala-kendala yang dihadapi dalam bertani dan beternak.

Perbedaannya pada era informasi sekarang ini, dengan teknologi informatika yang segala sesuatu informasi berada di tangan saya dan saudara kita dituntut untuk melek teknologi. Berbagi informasinya bukan lagi sebatas kelompoknya, tetapi sudah bisa dibagi keseluruh penjuru dunia. Indahnya danau toba, komoditi unggulan Kabupaten Humbang, seperti kopi lintong, salak pakkat, durian tarabintan, petai, jengkol dan lainnya boleh diinformasikan melalui media sosial.

Pada sesi tanya jawab, bahwa keterbatasan dana menjadi hambatan akan eksisnya KIM yang sudah terbentuk. Samuel menjelaskan bahwa harus ada kesamaan keinginan, kebutuhan dan visi yang sama pada setiap anggota kelompok. Kesamaan ini akan member motivasi yang pada akhirnya akan menghasilkan juga. (rel/ ST/ Kominfo)