Lomba Cipta Menu B2SA Kecamatan Pollung Juara I


Lomba Cipta Menu B2SA  Kecamatan Pollung Juara I

Doloksanggul (888)

               Dalam rangka memeriahkan HUT ke-14 Kabupaten Humbang Hasundutan, Dinas Ketahanan Pangan mengadakan lomba cipta menu B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman) tingkat Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (18/7) di Aula Huta Mas Doloksanggul.  Perlombaan itu dibuka Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora. Dalam lomba itu, Kecamatan Pollung tampil sebagai juara I, Doloksanggul juara II dan Tarabintang juara III. Harapan I Kecamatan Lintongnihuta, harapan II Pakkat dan juara III Paranginan. Kecamatan Sijamapolang, Baktiraja, Parlilitan dan Onanganjang hanya mendapat hadiah hiburan. Kecamatan Pollung akan diutus ke tingkat Provinsi Sumut sebagai perwakilan dari Kabupaten Humbang Hasundutan.

               Hadir dalam perlombaan itu, Asisten Pemerintahan Drs Tonny Sihombing MIP, Inspektur Drs BP Siahaan MM, Kadis Ketahanan Pangan Sabar Sitanggang, Kabag Protokol Drs Jonny Gultom, Ketua DWP Humbang Hasundutan Ny Betty Saul Situmorang dan seluruh camat.

Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora mengatakan aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas SDM. Bukti empiris menunjukkan bahwa kualitas SDM sangat ditentukan status gizi yang baik dan status gizi yang baik ditentukan asupan pangan yang dikonsumsi.  Selanjutnya, masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan dating. Saat ini hamper seluruh Negara di dunia menghadapi berbagai bentuk permasalahan gizi, baik kekuarangan gizi maupun kelebihan gizi baik gizi makro maupun gizi mikro.

Konsumsi pangan  yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari  dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif. Oleh karena  itu, secara gencar pemerintah  melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya tersebut  dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total  tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga  masyarakat  mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein serta sumber vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik.

Salah satu upaya pemerintah untuk mendukung diversifikasi konsumsi pangan adalah melalui program peningkatan ketahanan pangan yang mencakup 3 sub sistem yang saling terkait satu sama lainnya yaitu, sub sistem ketersediaan dan

 kerawanan pangan, sub sistem distribusi dan akses pangan serta sub sistem konsumsi, mutu dan keamanan pangan. Dalam 3 sub sistem tersebut, sasaran pembangunan ketahanan pangan yang dilaksanakan  adalah kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

            Untuk itu memerlukan keterpaduan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah dalam memobilisasi, memanfaatkan dan mengelola sumber daya local untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan masyarakat. Guna memotivasi masyarakat agar mau merubah pola konsumsi pangannya, setiap unit kerja yang terkait dan kelompok masyarakat perlu terus menerus melakukan sosialisasi maupun gerakan yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

            Dalam rangka mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman. Pemerintah sejak tahun 2002 secara rutin mensosialisasikan slogan ‘’Panganku Beragam, Bergizi dan Berimbang (3B) kepada masyarakat luas terutama bagi anggota keluarga  (bapak, ibu dan anak) yang merupakan individu-individu yang menentukan dalam memilih dan mengkonsumsi menu makanan sehari-hari.

            Lomba ini  dimaksudkan agar setiap individu khususnya ibu rumah tangga yang bertanggung jawab  dalam menentukan dalam menyediakan menu keluarga dapat menyediakan menu yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Kegiatan ini juga untuk memotivasi dan meningkatkan pemahaman  serta keterampilan ibu rumah tangga  dalam mengolah dan menyajikan makanan dengan memanfaatkan sumber pangan  disekitar kita baik yang ada di perkarangan maupun kebun sesuai dengan kebiasaan dan sosial budaya setempat. Menyajikan makanan yang tidak mahal tetapi sehat dan bergizi, memotivasi masyarakat sehingga bangga menyajikan, menyantap makanan dengan resep dan bahan pangan sumber daya lokal.

            Untuk tahun 2017, pelaksanaan lomba juga ditekankan  pada menu serapan anak sekolah. Bahwa serapan bergizi bagi anak sekolah sangat bermafaat, berpengaruh terhadap fisik dan psikologis, yang pada akhirnya akan meningkatkan proses dan hasil belajar anak-anak. Hal ini juga sejalan dengan  salah satu pesan dalam pedoman gizi seimbang yaitu ‘’biasakan makan pagi atau sarapan’’.

            Wakil Bupati Humbahas berharap, agar dapat melaksanakan pola makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman di keluarga masing-masing . Dengan demikian prinsip konsumsi pangan tidak berhenti hanya pada lomba saja, namun dapat ditindaklajuti  dalam kehidupan sehari-hari  di masyarakat. Melalui lomba ini diharapkan masyarakat khususya peserta dapat menciptakan/mengembangkan resep yang beragam, bergizi seimbang dan aman serta dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari. (Diskominfo-HH)